Akses Liputan Dipertanyakan, MIO NTB Soroti Transparansi Pemkab Lombok Barat
0 menit baca
Perdebatan semakin menguat setelah muncul unggahan di media sosial yang membantah adanya perlakuan diskriminatif. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pemerintah daerah telah membuka ruang komunikasi melalui forum bertajuk “Jumat Wartawan”.
Namun, Ketua Media Independen Online NTB (MIO NTB), Feryal MP, berpandangan bahwa polemik ini tidak bisa disederhanakan sebatas ada atau tidaknya forum diskusi informal. Menurutnya, yang menjadi sorotan adalah prinsip kesetaraan dalam memperoleh akses pada agenda resmi pemerintahan.
Ia menyampaikan bahwa pers memiliki mandat untuk menyampaikan informasi kepada publik secara menyeluruh. Karena itu, setiap media yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional seharusnya memperoleh kesempatan yang sama dalam meliput kegiatan pemerintah.
“Jika ada media yang merasa tidak lagi mendapatkan akses sebagaimana sebelumnya, tentu hal itu perlu dijelaskan secara terbuka. Transparansi menjadi kunci agar tidak muncul persepsi negatif,” ujarnya.
Feryal menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah dan seluruh elemen pers. Ia juga mendorong adanya mekanisme distribusi informasi yang jelas dan terukur agar tidak menimbulkan kesan pilih kasih.
Menurutnya, polemik ini bukan hanya menyangkut relasi antara pemerintah dan media, tetapi juga menyentuh hak masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.
MIO NTB pun mengajak semua pihak untuk menyikapi persoalan ini secara proporsional dan mengedepankan dialog. Dengan demikian, iklim jurnalisme di Lombok Barat dapat tetap terjaga dalam suasana yang profesional dan konstruktif.(red)