Diakhir Aksi Damai dari AMMBB, Kantor Lurah Pasar Muara Beliti di Tutup Sementara dan Warga Tuntut Lurah Dicopot
KLIK86, COM, MUSI RAWAS — Ratusan warga dari Aliansi Masyarakat Muara Beliti Bersatu (AMMBB) gelar aksi damai di depan Gedung Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Kamis (29/1/2026).
Aksi tersebut merupakan luapan kekecewaan masyarakat Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, yang menuntut agar Lurah Pasar Muara Beliti, Arif Candra, dicopot dari jabatannya.
Warga menilai Lurah telah menyalahgunakan kewenangan dengan mencopot sejumlah Ketua RT secara sepihak dan menggantinya dengan Pelaksana Tugas (Plt). Dari 13 RT yang ada di Kelurahan Pasar Muara Beliti, sebanyak 12 RT ditunjuk Plt oleh lurah tanpa melalui musyawarah dan tanpa alasan yang jelas.
Koordinator aksi, Tomi Jpisa, saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa pada 20 Januari 2026 lurah menerbitkan Surat Keputusan (SK) penunjukan Plt RT baru secara sepihak.
“Kebijakan ini memicu keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat. RT itu dipilih warga, bukan ditunjuk seenaknya,” tegas Tomi
Dalam orasinya, para peserta aksi menilai tindakan lurah bersifat arogan dan mencederai prinsip demokrasi di tingkat paling bawah. Alih-alih menjadi pengayom masyarakat, lurah justru dinilai menimbulkan konflik serta memecah belah warga.
Akibat kebijakan tersebut, masyarakat terbelah menjadi dua kubu. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak panjang terhadap stabilitas sosial dan pelayanan publik di lingkungan kelurahan.
Massa aksi secara tegas meminta Bupati Musi Rawas bersama Inspektorat Daerah segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mencopot lurah apabila terbukti melanggar aturan.
“Kami tidak mau dipimpin lurah yang menyalahgunakan kekuasaan. Copot sekarang juga,” teriak massa kompak
Karena Bupati Musi Rawas, H. Ratna Machmud, tidak berada di tempat, massa aksi diterima oleh Asisten III Setda Musi Rawas, Muksilisin. Namun karena tuntutan belum mendapatkan kepastian, para pendemo merasa tidak puas.
"Akhirnya, massa bergerak menuju Kantor Lurah Pasar Muara Beliti dan melakukan aksi penggembokan sebagai bentuk protes lanjutan, sehinggah dengan itu kantor lurah di tutup sementara hinggah atas putusan dari pihak Pemkab terhadap oknum lurah tersebut" tutupnya. (Adi)

